Kamis, 27 Desember 2012
Pola Hidup Sehat
3. Menjauhi sumber penyakit : Mengusir nyamuk saat musim hujan adalah hal yang sangat penting untuk menghindari penyakit malaria. Air yang tenang adalah tempat bertelur bagi nyamuk.
Minggu, 23 Desember 2012
Paus yang Dianggap Punah 2 Juta Tahun Lalu Ditemukan
Oleh Tia Ghose, Staf Penulis LiveScience | LiveScience.com
Penelitian terbaru mengungkapkan, paus kerdil (pygmy right whale), makhluk misterius dan sulit dipahami yang jarang muncul di pantai, merupakan kerabat terakhir yang masih hidup dari kelompok paus yang dipercaya sudah lama punah.

Penelitian terbaru mengungkapkan, paus kerdil (pygmy right whale), makhluk misterius dan sulit dipahami yang jarang muncul di pantai, merupakan kerabat terakhir yang masih hidup dari kelompok paus yang dipercaya sudah lama punah.
Foto: LiveScience/Darryl Wilson, University
of OtagoTemuan yang dipublikasikan pada Selasa di “Proceedings of the
Royal Society B” itu mungkin dapat membantu menjelaskan mengapa mamalia laut
yang misterius itu terlihat begitu berbeda dari paus lainnya yang ada sekarang.
"Paus kerdil yang masih hidup hampir seperti fosil hidup," kata Felix Marx, seorang ahli paleontologi di University of Otago di Selandia Baru. "Paus tersebut merupakan paus terakhir yang berhasil bertahan hidup dari garis keturunan spesies kuno, yang hingga kini tidak disadari masih hidup."
Fosil hidup
Ikan paus yang relatif kerdil itu hanya memiliki tubuh sepanjang 6,5 meter dan hidup di lautan terbuka. Mamalia laut yang masih sulit dipahami tersebut mendiami belahan Bumi selatan dan hanya terlihat di laut beberapa puluh kali. Akibatnya, para ilmuwan hampir tidak mengetahui apa pun mengenai kebiasaan atau struktur sosial spesies itu.
Makhluk aneh itu memiliki moncong berbentuk seperti busur seperti sedang cemberut, yang membuatnya tampak berbeda dari paus hidup lainnya. Analisis DNA menjelaskan, paus kerdil itu berevolusi dari paus balin di zaman modern seperti paus biru dan paus bungkuk, antara 17 juta hingga 25 juta tahun yang lalu. Namun, moncong paus kerdil menunjukkan bahwa mereka berhubungan lebih dekat dengan keluarga paus lainnya yang mencakup paus kepala busur. Namun tidak ada penelitian fosil yang menunjukkan bagaimana paus kerdil berevolusi, ungkap Marx.
Untuk memahami bagaimana paus kerdil masuk ke dalam garis keturunan paus, Marx dan peneliti lainnya secara cermat menganalisis tulang tengkorak dan fragmen fosil lainnya dari paus kerdil, dan beberapa ordo cetacea kuno lainnya.
Para peneliti menjelaskan, tengkorak paus kerdil paling mirip dengan keluarga paus yang pada zaman dahulu disebut cetotheres yang diperkirakan telah punah sekitar 2 juta tahun yang lalu. Cetotheres muncul sekitar 15 juta tahun yang lalu dan pernah hidup di lautan di seluruh dunia.
Temuan tersebut membantu menjelaskan bagaimana paus kerdil berevolusi dan juga dapat membantu menjelaskan bagaimana paus kuno "yang dianggap sudah punah" tersebut hidup. Informasi baru ini juga merupakan langkah pertama dalam merekonstruksi garis keturunan paus zaman dulu agar bisa kembali dicocokkan dengan titik ketika semua anggota kelompok hewan ini pertama kali berubah, katanya.
"Paus kerdil yang masih hidup hampir seperti fosil hidup," kata Felix Marx, seorang ahli paleontologi di University of Otago di Selandia Baru. "Paus tersebut merupakan paus terakhir yang berhasil bertahan hidup dari garis keturunan spesies kuno, yang hingga kini tidak disadari masih hidup."
Fosil hidup
Ikan paus yang relatif kerdil itu hanya memiliki tubuh sepanjang 6,5 meter dan hidup di lautan terbuka. Mamalia laut yang masih sulit dipahami tersebut mendiami belahan Bumi selatan dan hanya terlihat di laut beberapa puluh kali. Akibatnya, para ilmuwan hampir tidak mengetahui apa pun mengenai kebiasaan atau struktur sosial spesies itu.
Makhluk aneh itu memiliki moncong berbentuk seperti busur seperti sedang cemberut, yang membuatnya tampak berbeda dari paus hidup lainnya. Analisis DNA menjelaskan, paus kerdil itu berevolusi dari paus balin di zaman modern seperti paus biru dan paus bungkuk, antara 17 juta hingga 25 juta tahun yang lalu. Namun, moncong paus kerdil menunjukkan bahwa mereka berhubungan lebih dekat dengan keluarga paus lainnya yang mencakup paus kepala busur. Namun tidak ada penelitian fosil yang menunjukkan bagaimana paus kerdil berevolusi, ungkap Marx.
Untuk memahami bagaimana paus kerdil masuk ke dalam garis keturunan paus, Marx dan peneliti lainnya secara cermat menganalisis tulang tengkorak dan fragmen fosil lainnya dari paus kerdil, dan beberapa ordo cetacea kuno lainnya.
Para peneliti menjelaskan, tengkorak paus kerdil paling mirip dengan keluarga paus yang pada zaman dahulu disebut cetotheres yang diperkirakan telah punah sekitar 2 juta tahun yang lalu. Cetotheres muncul sekitar 15 juta tahun yang lalu dan pernah hidup di lautan di seluruh dunia.
Temuan tersebut membantu menjelaskan bagaimana paus kerdil berevolusi dan juga dapat membantu menjelaskan bagaimana paus kuno "yang dianggap sudah punah" tersebut hidup. Informasi baru ini juga merupakan langkah pertama dalam merekonstruksi garis keturunan paus zaman dulu agar bisa kembali dicocokkan dengan titik ketika semua anggota kelompok hewan ini pertama kali berubah, katanya.
Sabtu, 22 Desember 2012
Manfaat Air
Jaga cairan tubuh
Anda mungkin bertanya-tanya kenapa kok harus minum lebih banyak air saat
musim hujan. Jawabannya, saat musim hujan, keringat tidak menguap
dengan cepat karena tingkat kelembapan tinggi dan hal ini mencegah tubuh
mengeluarkan panas. Oleh karena itu, kami menyarankan agar Anda selalu
membawa satu botol air.
Hindari minuman berkarbonasi karena minuman tersebut mengurangi tingkat
mineral yang menghentikan enzim berfungsi dengan efisien dan akhirnya
menyebabkan gangguan pencernaan. Sebagai gantinya, minum minuman hangat
seperti teh jahe. Selalu minum air yang sudah dimasak dan didinginkan.
RAHASIA WANITA
ANDA
TAHU MENGAPA WANITA SEBELUM MENCUCI SELURUH PAKAIAN SUAMINYA SELALU DICIUMIN
SAMPAI HABIS.
Ada hasil penelitian tentang kebiasaan wanita. Ada pertanyaan serius tentang kebiasaan wanita. Pertama, Mengapa wanita kalau suaminya datang dalam jarak 4 km sdh terasa, tergetar, berdebar-debar, dan sriwing2. Kedua, Mengapa wanita sebelum mencuci semua pakian suaminya selalu diciumin sampai habis. Ternyata kuncinya pada keringat laki-laki. Anda tahu. Bahwa keringat laki-laki menurut hasil penelitian di Amarika Serikat, ternyata mengandung Hormon Feromon yang khas setiap laki-laki. Anda tahu apa fungsi Feromon. Hormon Feromon sangat berguna untuk meningkatkan Libido wanita, wanita lbih bergairah, lebih ingin hidup lebih lama dgn pasangan hidupnya. Akhirnya lebih mencintai dan saat itulah terjadi penyerahan dirinya demi org yang dikasihinya. Jadi kalau ada wanita tdk tahu kalau suaminya sdh datang, dan tdk bisa mengenali baju, sarung suaminya, itu tandanya wanita tersebut SUDAH TERKONTAMINASI LAKI-LAKI LAIN. Gak percaya, coba lakukan penilitian!.
Ada hasil penelitian tentang kebiasaan wanita. Ada pertanyaan serius tentang kebiasaan wanita. Pertama, Mengapa wanita kalau suaminya datang dalam jarak 4 km sdh terasa, tergetar, berdebar-debar, dan sriwing2. Kedua, Mengapa wanita sebelum mencuci semua pakian suaminya selalu diciumin sampai habis. Ternyata kuncinya pada keringat laki-laki. Anda tahu. Bahwa keringat laki-laki menurut hasil penelitian di Amarika Serikat, ternyata mengandung Hormon Feromon yang khas setiap laki-laki. Anda tahu apa fungsi Feromon. Hormon Feromon sangat berguna untuk meningkatkan Libido wanita, wanita lbih bergairah, lebih ingin hidup lebih lama dgn pasangan hidupnya. Akhirnya lebih mencintai dan saat itulah terjadi penyerahan dirinya demi org yang dikasihinya. Jadi kalau ada wanita tdk tahu kalau suaminya sdh datang, dan tdk bisa mengenali baju, sarung suaminya, itu tandanya wanita tersebut SUDAH TERKONTAMINASI LAKI-LAKI LAIN. Gak percaya, coba lakukan penilitian!.
Fosil Kepala Alien
Liputan6.com, Sonora : Temuan
mengejutkan dihasilkan dari ekskavasi para arkeolog di sebuah kuburan
kuno berusia 1.000 tahun dari masa pra-Hispanik di Desa Onavas, Sonora
Selatan, Meksiko: sejumlah tengkorak yang mengalami deformasi.
Alih-alih bulat, tengkorak sejumlah mendiang terlihat lonjong, mencuat ke atas, mirip gambaran alien dalam film atau cerita fiksi-sains.
Alih-alih bulat, tengkorak sejumlah mendiang terlihat lonjong, mencuat ke atas, mirip gambaran alien dalam film atau cerita fiksi-sains.
Namun, tak ada kaitan sama sekali dengan mahluk ekstraterrestial, kepala berbentuk aneh itu adalah hasil dari praktek rekayasa pada kepala untuk mendapatkan bentuk tertentu. Alias disengaja.
Ada 25 kerangka yang ditemukan di pekuburan kuno itu. Tiga belas di antaranya memiliki deformasi tengkorak disengaja, lima lainnya mengalami mutilasi dental, disebut juga kikir atau pangur gigi.
Pangur gigi, seperti dalam budaya Nayarit adalah ritus peralihan menjadi remaja. Menurut Moreno, hal itu ditegaskan dari temuan di pemakaman Sonora di mana lima mayat dengan gigi seperti itu berusia di atas 12 tahun.
"Temuan ini menunjukkan percampuran tradisi dari berbagai kelompok di utara Meksiko," kata Moreno
Di makam tersebut juga ditemukan berbagai aksesoris yang dibuat dari kerang yang didapat dari Teluk Kalifornia, yang belum pernah ditemukan sebelumnya di wilayah Sonora. Ini menunjukkan pengaruh orang-orang Mesoamerika lebih jauh ke utara, dari perkiraan sebelumnya.
Sejumlah jasad yang ditemukan menggunakan ornamen seperti, gelang, anting hidung, anting-anting, dan liontin yang terbuat dari kerang yang ditemukan di Teluk Kalifornia. Satu pemakaman berisi cangkang kura-kura yang secara hati-hati ditempatkan di atas perut.
Pembentukan Kepala Bisa Fatal
Praktek pembentukan kepala lazim dilakukan sejumlah kebudayaan dunia, bahkan jauh di era Neanderthal. Biasanya praktek semacam ini dilakukan pada bayi, yang tengkoraknya masih mudah dibentuk. Dilakukan pada bayi berusia 1-6 bulan.
Untuk menciptakan efek tertentu, sering digunakan papan untuk menekan kepala agar lonjong.
Namun praktek macam itu bisa berakibat fatal, seperti yang ditunjukkan oleh temuan di makam kuno Sonora. Dari 25 kerangka, 17 di antaranya berusia sekitar 5 bulan hingga 16 tahun. Sementara 8 di antaranya orang dewasa.
Para ahli menduga, kematian pada bayi dan remaja diduga dikarenakan tekanan terlalu keras pada tengkorak. Apalagi tak ditemukan penyakit tertentu yang bisa jadi penyebab kematian.(Ein)
Langganan:
Postingan (Atom)